Ini pertama kalinya saya merantau, berjuang demi sebuah cita-cita. Sebenarnya keberadaan saya di sini adalah bagian dari cita-cita saya, tapi nyatanya justru ini adalah jalan untuk benar-benar meraih sebuah bintang.
Enam bulan yang lalu, itu adalah hal terberat (di hitung pada satu waktu itu saja) bagi saya untuk menjalani hari, sebut saja LDR. Yang terkasih sedang bertugas ke Kalimantan selama 3 bulan. I'm not LDR based people, jadi bagi saya itu adalah hal terberat yang harus saya jalani. Dan siapa sangka, 5 bulan kemudian ada sebuah kabar yang mengharuskan saya untuk meninggalkan zona nyaman. Yap.... merantaulah saya ke kota Bogor, yang notabene disebut kota hujan padahal saya tinggal disini cukup merasa kepanasan.
Bagi saya, ini adalah hal terberat pangkat lima yang pernah saya jalani. Saya harus terpisah dengan keluarga, dengan kenyamanan di dalam rumah, kenyamanan di kota Batu & Malang, kenyamanan beserta rekan-rekan, serta kenyamanan bersama dengan yang terkasih. Berat bagi saya, sangat-sangat berat... dan sekali lagi, I'm not a LDR based people.
Untuk menjalin komunikasi bareng dengan keluarga, saya tidak merasa kesulitan. Karna layaknya minum obat, saya harus nelpon dan atau ditelpon keluarga 3 kali sehari, bahkan lebih. Bagi saya, cara tersebut adalah salah satu upaya untuk pura-pura "tegar" di tanah rantau yang sangat asing.
Masalahnya sekarang, saya kehabisan cara untuk berucap rindu pada yang terkasih. Sulit.. sangat sangat sulit. Mencintaimu adalah hal paling indah dan anugerah yg pernah saya miliki, bagaimana mungkin aku bisa menuntut atas hal indah tersebut. Bisa memiliki hatimu saja sudah sangat berharga bagi saya, bagaimana mungkin saya harus meminta lebih, saya ga bisa. Terkadang, bahkan sering terbersit dalam fikiran saya bahwa kamu bisa menjadi seromantis "Lee Min Ho" dalam film the Heirs. Seikat bunga mawar adalah hal yang selalu saya idamkan dari kamu. hanya seikat saja, tidak lebih....
Kedatanganmu di Kota Bogor ini juga adalah hal yang selalu saya nantikan. Keinginanmu untuk kerja di Bogor seperti yang kau bilang dalam pesan BBM seperti sebuah moodbooster bagi saya. Kalimat itu yang selalu saya ingat ketika saya rindu kamu, ketika saya ingin pulang, bahkan ketika saya hampir menyerah karna kerasnya hidup di tanah rantau :'(..
Saya hanya ingin kamu bersikap lebih gentle, lebih perhatian, lebih care, lebih mengerti, dan lebih tegas meskipun sama sekali saya tak berhak menuntut apapun dari kamu.
I'm too afraid of losing you...
Please be mine...