Kamis, 28 Agustus 2014

Another illusion

Hold my hand!


kamu adalah jawaban bagi semua pertanyaanku, alasan di semua hal terbaik dalam hidup, harapan bagi mimpi-mimpiku, kekuatan saat aku meragukan kemampuanku, jadi salahkah jika aku tak ingin siapapun memilikimu, atau haruskah aku mencintaimu untuk membuktikan keegoisanku

Pergilah, Aku Tidak akan Menahan!

Disuatu pagi, ditanggal 17 Agustus 2014, sekitar pukul 05.24 WIB tiba-tiba PING!!!
Sebuah pesan tertulis di layar HP dari seseorang yang telah lama ku kenal dan telah menghilang dalam kurun waktu yang begitu lama.

" Happy Birthday... semoga kamu selalu dalam lindunganNYa selalu.
Aku sudah menemukan Ngatemi versi 2 dan aku pamit ijin untuk pergi, Insyaallah aku akan segera menikah dengannya, mohon do'anya. Terimakasih"

*sesaat terasa lebih hening, lebih hening dari pagi bahkan malam



Pesanmu itu layaknya petir "Jebreeeetttt..." yang menyambar disiang bolong tanpa mendung. Seketika seperti aku telah tersandung dan jatuh ketika berdansa dengan yang lain. Aku telah lama tak memikirkan atau bahkan mengingatmu, aku yang telah lama mulai membuka hati untuk yang lain dan kau tiba-tiba kembali tanpa permisi dengan pesan seperti itu.
Entah kenapa kau tiba-tiba muncul. Hanya dua kalimat yang kau tinggalkan di pesanmu. Setelah sekian lama tanpa kabar, dan kau kembali hanya untuk sebuah ucapan selamat ulang tahun dan kepergianmu.
Aku sama sekali tidak mengharapkanmu kembali, karna yang telah pergi tak pernah benar-benar pergi. Kau tahu, seperti filosofi bintang jatuh. Bintang yang jatuh memang tak akan pernah kembali lagi, tapi bintang yang telah jatuh itu akan segera diganti dengan bintang lain lagi. Langit tak pernah benar-benar gelap. Aku percaya kepergianmu adalah yang terbaik. Sekalipun aku memohon dan berlutut dihadapmu, kau tak akan pernah kembali kan??
Pergilah jika memang itu yang kau mau, aku tak akan menahanmu. Keberadaanmu hanya akan membawa sesal dalam hidupku. Aku tidak akan pernah menemukan Paijo versi 2, karna paijo hanya ada satu, dan itu hanya kamu. Aku akan menemukan yang lain, yang akan menggantikan posisi sinarmu di sana, seseorang yang menyetia...
Diakhir kalimat kau menyelipkan ini,

"Bagiku, cinta tidak harus memiliki" 

Tapi bagiku, justru cinta itu harus memiliki karna hanya orang yang putus asa yang berucap kalimat itu tadi. Kau terlalu mudah putus asa. Dan aku tak mau dengan orang yang mudah putus asa. Dan aku percaya, kau adalah bintang yang telah jatuh, sekalipun aku menahan kau akan tetap jatuh.
Dan aku sekarang, sedang diterangi oleh bintang baru, bintang yang lebih terang, yang akan tetap aku jaga sinarnya..
Malamku tak pernah gelap lagi... Tahukah kau?  

Jumat, 15 Agustus 2014

Think about something

Tulisan ini yang ingin membawaku mengerti dirimu. Aku duduk bersandar, merasa lemah sekali, dan tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk membuktikan sebuah angan yang menjadi beban dalam kebisingan otakku, aku tak tahu lagi bagaimana cara untuk membuktikan apa yang kurasa pada dirimu, dirimu bagaikan batu yang harus kutembus dengan tetesan air sedikit demi sedikit dan akankan diriku mampu menerimamu apa adanya?
Seharusnya aku tidak pernah hadir di antara persahabatan dan cinta. Dan terlalu naif bila kini aku harus menyesal karena mengenalmu. Karena kehadiranmu, menyanggupiku sebuah kebahagiaan, sepercik kesetiaan, dan segumpal pengorbanan. Aku masih dapat bertahan hingga kelak kau mengerti bahwa aku memang mencintaimu. Aku memang menyayangi, tapi aku tak rela tersakiti olehmu saat ini, esok dan sampai kapanpun.
Aku memang melakukan semuanya dengan caraku sendiri. Entah apa yang aku perbuat, tapi hati ini merasa tergerak untuk melakukannya. Berlaku seolah-olah tak peduli, tapi sungguh aku 2x lipat lebih peduli. Bersikap seolah-olah membenci, tapi sungguh aku 2x lipat lebih mencintai. 
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu denganmu, mengapa aku harus mengatakan bahwa aku malas bertemu denganmu. Kalau memang aku cemburu karena sikapmu, mengapa aku harus mecari-cari kesalahanmu. Aku tidak pernah mencoba untuk mengatakannya kepadamu, bahwa aku ingin kamu bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kecemburuanmu? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku mencari seseorang yang bisa menjawab kegelisahanku, dimana aku dapat menemukan setumpuk pertanyaan yang harus ku jawab karena sikapku. Aku menulis bukan untuk mencari kesenangan, terkadang sebuah jawaban datangnya dari sesuatu yang tak pernah kita sangka..?
Dan sekarang....
Maaf jika membuatmu bingung dan bertanya-tanya..
Aku hanya ingin mencari sebuah dimensi ruang dalam hidupmu yang tak pernah aku mengerti.

Memahami, bukan cuma mengerti

Apakah ini semua hanyalah ilusi?
Ada banyak hal yang tak ku mengerti saat ini, entah jalan hidupku, kejadian disekitarku. Berharap dari masing-masing kejadian ada hikmah yang dapat aq pelajari.
Malam itu aq menangis, menangis ditengah riuhnya supporter AREMA turun jalan merayakan ulang tahun ke-27. Menangisi apakah ini hanya sebuah ilusi? Menangisi, apakah kamu nyata ataukah hanya sebatas fatamorgana dunia?
Aku bisa melihatmu, aku bisa bersamamu, tapi seolah aku tak ada diduniamu.
Duniamu sangat sulit untuk dimengerti. Duniamu tak dapat aku ikuti.. Semakin aku mengerti, semakin aku merasa jauh.. sangat jauh darimu. Lantas apa lagi yang dapat aku lakukan untuk memahamimu? Mengerti saja mungkin tak cukup, tak cukup hanya untuk bisa membiarkanmu beraktifitas di dalam duniamu yang tak ku ketahui. 
Apakah mungkin kau hanyalah sekedar ilusi? Masihkah ada sedikit waktu untuk memahamimu? yang aku tahu sekarang, aku hanya perlu menunggumu, mendampingi suksesmu..
Begitu banyak godaan disekitar, dan aku hanya ingin bertahan pada pilihan. Sulit bukan mempertahankan pilihan?
Tuhan, bahagiakanlah aku.