Rabu, 24 Juni 2015

Malang, June 9th 2015

Pagi itu, aku menemuimu. Aku duduk di atas sepeda motor yang sengaja ku parkirkan di depan kosmu. Kau tampak manis dengan kaos warna birumu itu, kau tampak semakin menarik.
Dan disaat seperti ini, aku merasa selalu jatuh cinta setiap kali menemukanmu di beranda kosmu.
"Hai..." sapaku gugup
Kau membalas dengan anggukan, seakan kurang percaya dengan kehadiranku di sini
"Sini, Al. Masuk.."
Tanpa pikir panjang, aku langsung memindahkan motorku ke teras
"Kapan datang?" tanyamu
"Tadi malam..."

Beberapa menit lamanya, kita hanya terdiam. Mungkin berkata-kata dalam hati. Mereka-reka isi kepala, merangkai kata atau hanya menikmati rinai-rinai halus.
"Kamu kapan balik?" Tanyamu akhirnya
"Besok siang..." jawabku.
"Oh..." hanya kata itu yang mampu kau lemparkan.
Aku dan kamu kembali dipagu gagu. Entak sejak kapan kegaguan ini melingkupi kita. Entah sudah berapa baris jeda yang kita ciptakan untuk merangkai kata. Kau mungkin bosan, tapi aku tidak. 
Saat duduk disampingmu, meski hanya hening adalah saat-saat yang paling kusuka. Aku selalu menikmati waktu bersakamu, meski sejenak.
"Aku balik ke kampus dulu ya, acaranya udah mau mulai"
"Eh..."
"Aku kesini hanya untuk mampir"
"Nanti siang aja kita jalan, kamu selesai jam berapa?" Nah... ini dia yang aku tunggu-tunggu. Mari kita kencan  :D

Sore itu, aku menemuimu duduk pada anak tangga di depan rumah. Kau tampak rapi dengan kaos birumu itu dan kaca mata berbingkai hitam itu membuat kau tampak semakin menarik. Aku merasa, selalu jatuh cinta setiap kali menemukanmu di beranda rumahku. "Hai" sapamu gugup. Aku membalas dengan anggukan sembari mengambil tempat di sisimu. "Lama menunggu?" tanyaku basa-basi. Kau menggeleng cepat. "Nggak." Lalu hening. Beberapa menit lamanya kita hanya berkata-kata dalam hati. Mereka-reka isi kepala, merangkai kata atau hanya menikmati rinai-rinai halus yang turun dari langit. "Kamu kapan pulang?" tanyaku akhirnya. "Sudah 2 minggu. Besok juga udah mau berangkat." jelasmu pelan. Jantungku berdegup cepat hingga nyaris mengaburkan jawaban yang susah payah kau rangkai. "Ooh.." hanya kata itu yang mampu kulemparkan untuk menekan nyeri di dadaku. Aku dan kamu kembali dipaku gagu. Entah sejak kapan kegaguan ini melingkupi kita. Entah sudah berapa baris jeda yang kita ciptakan untuk merangkai kata. Kau mungkin bosan, tapi aku tidak. Saat duduk di sampingmu, meski hanya hening adalah saat-saat paling kusuka. Aku selalu menikmati waktu bersamamu--meski sejenak. "Selamat tinggal." "Eh?" "Aku ke sini hanya untuk mengucapkan itu." katamu lirih. "Kenapa?" "Aku menemukan seseorang." jawabmu semakin lirih. Aku terdiam. Ada sesak menyekap. Dadaku dipenuhi gelembung-gelembung tangis. Sangat sesak.

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Sore itu, aku menemuimu duduk pada anak tangga di depan rumah. Kau tampak rapi dengan kaos birumu itu dan kaca mata berbingkai hitam itu membuat kau tampak semakin menarik. Aku merasa, selalu jatuh cinta setiap kali menemukanmu di beranda rumahku. "Hai" sapamu gugup. Aku membalas dengan anggukan sembari mengambil tempat di sisimu. "Lama menunggu?" tanyaku basa-basi. Kau menggeleng cepat. "Nggak." Lalu hening. Beberapa menit lamanya kita hanya berkata-kata dalam hati. Mereka-reka isi kepala, merangkai kata atau hanya menikmati rinai-rinai halus yang turun dari langit. "Kamu kapan pulang?" tanyaku akhirnya. "Sudah 2 minggu. Besok juga udah mau berangkat." jelasmu pelan. Jantungku berdegup cepat hingga nyaris mengaburkan jawaban yang susah payah kau rangkai. "Ooh.." hanya kata itu yang mampu kulemparkan untuk menekan nyeri di dadaku. Aku dan kamu kembali dipaku gagu. Entah sejak kapan kegaguan ini melingkupi kita. Entah sudah berapa baris jeda yang kita ciptakan untuk merangkai kata. Kau mungkin bosan, tapi aku tidak. Saat duduk di sampingmu, meski hanya hening adalah saat-saat paling kusuka. Aku selalu menikmati waktu bersamamu--meski sejenak. "Selamat tinggal." "Eh?" "Aku ke sini hanya untuk mengucapkan itu." katamu lirih. "Kenapa?" "Aku menemukan seseorang." jawabmu semakin lirih. Aku terdiam. Ada sesak menyekap. Dadaku dipenuhi gelembung-gelembung tangis. Sangat sesak.

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Minggu, 21 Juni 2015

Berani Berhijrah: Its about Love

Bagiku, Cinta adalah sebuah pencarian. Dan ketika dua yang sama-sama mencari saling menemukan, itu adalah seindah-indahnya hadiah dari Tuhan. Lalu Tuhan menitipkan benih cinta di antara kau dan aku. Dia percaya, kita akan sanggup merawatnya.

Jadi perhatikan baik-baik beberapa pesanku ini. Sungguh ini bukan ultimatum, ini hanya sedikit aturan.

Aku begitu menghargai kesetiaan, itu sebabnya jangan sekali-kali kau khianati kita dengan berlaku tidak setia. Sekali saja kau langgar, sungguh kau hanya akan menemukanku sebagai kenangan. Menduakan pasangan adalah hal yang paling menyebalkan. Jika kau lakukan, kau akan ku maafkan. Tapi untuk tetap tinggal, aku tidak akan.
We Love It

Aku begitu menghargai kejujuran, jangan sekali-kali kau tidak berkata apa adanya. Aku adalah seseorang yang mudah memberikan kepercayaan, tetapi sekali dihancurkan, begitu sulit untuk kembali dibangun menjadi kokoh kembali. Maka kumohon, jujurlah atas semua tentangmu. Bahkan ketika kau sedang begitu tidak ingin diganggu, atau kau sedang memiliki begitu banyak pekerjaan, dan kau meminta waktu untuk menyelesaikan itu.

Aku tidak pernah bercanda perihal cinta. Ketika aku mengatakan denganmu aku jatuh hati, percayalah aku tidak pernah bercanda perihal itu. Aku tidak ingin bermain-main dengan cinta. Jadi jika denganku kau hanya ingin bermain-main saja, mundurlah dari sekarang juga.

Maaf jika aku berani mencintaimu dengan sehebat ini. Dan maafkan aku, jika memberikan beberapa pesan, yang mungkin sedikit memaksakan. Namun, sepertinya ini masih sebatas wajar. Karena setiap pasangan, pasti ingin cintanya mekar dalam kesetiaan, kejujuran, dan masa depan.

Semoga kau tidak keberatan...

Rabu, 17 Juni 2015

Lucky by Jason Mraz feat Colbie Caillat

 
Do you hear me, I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying
Boy, I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

Lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you, I promise you, I will

Lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair
Though the breezes through the trees
Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now

Lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh 

A Simple Photograph of us
Cibinong, 17 June 2015

Selasa, 16 Juni 2015

Rindu

Bagian mana yang aku kesalkan, adalah bagian ketika aku merindukanmu.
Bagian mana yang aku benci, adalah bagian ketika aku merindukanmu.
Bagian mana yang aku hindari, adalah bagian ketika aku merindukanmu.
dan bagian mana yang paling aku Rindukan,
adalah bagian ketika kau merindukanku..... 
:* :* :*

Aku Manja

Ada banyak cara Tuhan membuat makhluknya mandiri. Seperti saya ini contohnya. Empat bulan yang lalu hidupku tidak seperti ini. Menjadi sendiri di ttanah orang bukan perkara yang gampang. Mencari tumpuan hidup di sini sendirian bukan hal yang gampang pula. Berkali-kali saya mencoba tegar, mencoba menganggap semua baik-baik saja, menganggap semua oke. But being ignorant of my own life it just torture myself. Saya sekarang tahu mengapa orang tua saya berkali-kali melarang untuk merantau.

Yap... cerita ini dimulai ketika saya diterima menjadi salah satu staff peneliti di salah satu lembaga Negara Republik Indonesia, sebut saja LIPI )Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), sebuah tempat bergengsi, tempat berkumpulnya makhluk-makhluk Tuhan jenius dengan segala ide gemilangnya di bidang Ilmu Pengetahuan. Serangkaian tes berhasil saya ikuti dengan baik, meskipun tanpa kamu :(. Alhamdulillah... saya sekarang bekerja di sini, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. 
Gedung InaCC, Bidang Mikrobiologi, Puslit Biologi, LIPI
 Oke... Suatu keberuntungan saya bergabung dengan orang-orang hebat disini. Serangkaian kegiatan pun berhasil saya ikuti dengan lancar. Diantaranya Gathering Bidang Mikrobiologi, Orientasi Internal, sampai Orientasi Pusat.
Orientasi CPNS LIPI 2015, Puri Avia- Bogor
 This is it... Teman-teman bidang Mikrobiologi yang selalu menguatkan di saat lengah dan lemah. Memang benar, akan selalu ada sahabat dan kerabat baru di tempat yang baru. Ini yang saya rasakaan saat ini bersama dengan mereka.
Gathering Bidang Mikrobiologi, Puslit Biologi, LIPI
Bus 1 Group, Orientasi LIPI 2015
 Formasi lengkap CPNS 2015. Berada disini dengan mereka adalah suatu mimpi. Yap mimpi yang terbersit saat saya masih menyelasaikan program S1 saya. Alhamdulillah mimpi ini nyata, Tuhan. Terimakasih atas kasih sayangMu. Dan mimpi ini akan semakin nyata jika bersamamu. Masih ingat kan kita pernah bermimpi bersama di sini. Saya tidak menyalahkan keadaan atau pilihan hidupmu, tapi mimpi itu belum hilang kan???
CPNS 2015 Pusat Penelitian Biologi, LIPI
Apa yang anda lihat, apa yang kalian lihat, mungkin adalah bahagia dalam hidup saya. Memang saya beruntung berada di sini. Tapi saya belum bahagia. Sekali lagi belum bahagia, bukan berarti tidak bahagia. menjadi pura-pura tegar disini itu menyakitkan, sungguh...

Oke kita kembali ke sebelum 4 bulan yang lalu...
Saya terlahir dari keluarga yang sederhana, dengan Ayah dan Ibu yang super istimewa. Terlahir sebagai anak ke-2 dari 3 bersaudara, membuat saya belajar untuk lebih mandiri. Tapi nyatanya saya gagal. Bagaimana tidak, dengan memiliki orang tua istimewa seperti mereka, saya selalu dimanjakan disepanjang hidup saya. Bahkan untuk sekedar membersihkan rumah pun mungkin sangat-sangat jarang saya lalukan. Mencuci baju, mencuci piring, memasak, setrika hampir jarang saya lakukan. Orang tua saya tak pernah menuntut saya untuk melakukan hal tersebut. Saya selalu dimanjakan oleh kecukupan hidup di sepanjang usia saya sampai 24 tahun ini. Tugas saya adalah menyelesaikan tugas belajar dengan hasil maksimal, itulah goal orang tua saya. Setelah belajar, harus belajar terus. Bekerja boleh, asal bukan diniatkan untuk mencari uang semata, tapi tetap untuk belajar. 
Fine... itu hidup saya sebelum 4 bulan yang lalu. dan sekarang, kecukupan hidup saya oleh sikap orangtua saya dengan memanjakan berdampak buruk. Saya sama sekali kesulitan hidup sendirian. Dimana makan, mencuci baju, setrika, mencuci piring dan sebagainya harus saya lakukan sendirian. Menjdi pribadi yang mandiri bukan hal yang mudah, ujung-ujungnya masih sering banget nelpon sambil ngerengek minta ini itu untuk kecukupan hidup di sini. OMG... hidupku berbeda sekali...
Selama ini, saya berfikiran kalau saya ini ga boleh terlihat lemah di depan siapapun. Siapapun termasuk kedua orang tua saya. Bagi saya, pura-pura tegar adalah jalan satu-satunya. Tapi tidak demikian... Memendam sessuatu yang berat dan sendirian adalah pilihan yang buruk. Proses menjadi mandiri ini datang begitu tiba-tiba. Tidak ada tumpuan di tanah rantau, tidak ada yang peduli, dan tidak ada yang bisa bantu. Saya belum sanggup Tuhan... Saya belum sanggup. 
Lalu jika sudah seperti ini, apa yang harus saya lakukan?