Senin, 29 September 2014

End of September

Seperti lagunya Green Day --> Wake me up when september ends

Wake me up when september end
Inginnya dibangunkan, tapi aku sama sekali tak tertidur.

Aku rindu, sangat sangat rindu..
Hai kamu, manusia paling kece? Apa kabar di hutan belantara sana?
Adakah sedikit atau mungkin banyak rindu kepadaku?
Masihkah kau mengingatku?
Kamu lagi sibuk apa?
Tidakkah ingin kau mendengar suaraku?
Tidakkah ingin kau berbagi cerita di hutan dengan ku?
Itu semua yang aku ingin sampaikan.
Aku ingin dan sangat ingin mendengarkan suaramu di telepon. Tahukan kau? beberapa hari ini aku selalu mencoba menghubungi nomormu dan hanya suara operator yang menjawab.
Aku sangat ingiiiin mendengarkan suaramu dan mendengarkan ceritamu di hutan sana.
Jika memang demikian... 
Bolehkah aku berucap rindu?
Ini sudah akhir september, dan aku masih sangat sulit untuk membuang rindu ini.


At the end of september, hope everything will be okay.

Sabtu, 27 September 2014

Ini tentang masa depan, bukan kesenangan sesaat

 Sebagai seorang perempuan, yang berpendidikan dan berkarir terkadang dipandang sebelah mata oleh orang lain. Yaahhh... banyak alasan lah, terutama masalah pasangan hidup. Nih ada sedikit penyegaran buat kaum hawa. Cekidot...

* Terkadang cinta itu bukan soal perasaan, tapi juga soal tujuan hidup
* Menjadi seorang pemilih itu tidak selamanya Bad and high ego but protect our future generation 
* Memilih pasangan itu harus melihat bibit, bebet, bobot. Itu bukan sticky tapi menanti yang the best
* Terkadang terlihat foolish kelika memilih single supaya dapat kemampuan untuk memilik yang the best
* Menjadi seorang pemilih itu bukan menunggu yang perfect  tapi menanti yang the best
* Kita (wanita) tidak butuh yang kaya harta, tampan paras, tapi kita butuh laki-laki yang kaya ilmu pengetahuan dan tujuan hidup yang pasti
* Takdir wanita hanya sebagai pengikut dan pengabdi, jadi berhak untuk memilih orang seperti apa yang pantas untuk kita ikuti
* Seorang wanita kuay tak butuh laki-laki yang sok hero, tapi butuh laki-laki yang bisa membuat wanita itu menjadi hero bagi kehidupannya
* Seperti seorang Habibie untuk Ainun, sosok laki-laki yang yang kaya ilmu, wawasan, memiliki tujuan hidup yang jelas yang menjadukannya hero
* Hero bagi kehidupan, bagi anak-cucu dan generasi sesudahnya, bahkan hero bagi bangsa.


#dikutip dari tweet salah satu rekan a/n Dhieta Mustofa

Jumat, 26 September 2014

Aku bangga memilikinya

Dia sedang berada nan jauh dari pulau jawa untuk tugas yang mulia. Dia yang biasa kusebut dengan panggilan "Om" adalah seseorang yang patut dibanggakan.
Pagi ini aku menemukan sebuah artikel dari Pendiri PROFAUNA. Please BACA INI 
Apa yang dia pilih mungkin gila di mata orang, tapi aku bangga memiliki seorang Inspirator seperti dia.

Yang berani mengambil pilihan adalah orang yang terpilih.
Good Luck
Come back soon..

Hello good bye

Mungkin ini tuisan terakhir untuk kamu yang telah terlupa.

Hello, good bye
Happy Birthday and Happy Wedding. Mungkin terlambat, tapi aku benar-benar telah terlupa.
Aku tahu Tuhan telah menentukan jalan kita masing-masing. Kita mungkin hanyalah dua manusia yang tak sengaja bertemu di tengah jalan. Yang pada akhirnya kita akan melanjutkan jalan kita masing-masing. 
Membiarkanmu berjalan berlawanan arah denganku, itu adalah pilihan. Mungkin bahagiamu ada diarah situ, bukan di arah ku. Tak usah khawatir, aku bisa jaga diri. Percayalah, aku akan menjaga diri untuk kebaikanku. Jangan menyalahkan dirimu sebab keremukan hatiku. Jangan mengingatku kembali untuk sebab apapun. Aku cukup kuat dan tangguh.
Dan kamu...
Berbahagialah sebab dia yang akan setia menemani hari-harimu. Bersyukurlah atas usia yang diberikan Tuhan sehingga kamu masih bisa berpijak dalam semesta ini. Berjanjilan tak akan membuat luka dalam hatinya.
Menjauhlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namamu terdengar biasa saja.
Good Bye... 



Jumat, 19 September 2014

20 Fact About Me

Muyabers

1. A'liyatur Rosyidah. Nickname: Aliya / Ida / Lia/Al. But I prefer "Aliya" to call
2. Leo Girl. 17 August, coincide with Indonesian Independence Day 23 years ago.
3. Daughter of Father and Mother, an "Alay" teenager used Papski and Mamski to call. They are a self-employed worker and a housewife. I'm proud to have them.
4. Many people say that I'm on a diet programe because my body is small and thin. But I prefer have smaller body than big.
5. If I could do any profession, I'd be professional "Biologist Lecturer" and also "Researcher"
6. Some people call me "Tacik / Cik" because I have squinty eyes, just like a Chinese
7. At 23 years old, I'm a Biologist, Reseacher at Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas, Editor of Journal of Biological Researches, Lecturer at Yudharta University Pasuruan. Alhamdulillah
8. Interest in continuing my study abroad especially for Doctoral Study
9. Sensitive
10.Always interested in new things
11.I likes to read Drama's novels and see drama's movies. And I do not like horror movie
12.Pink and Purple lovers. I Love Pink very much, because its beautiful color
13.I'm scared of caterpillar animals
14.Trying to consume more vegetables as antioxidants agent
15.I'm a crybaby girl and childish
16.Looks quiet if not known
17.I'm happy if considered by others
18.Do not like being lied
19.Member of "Muyabers". A group of bored college student at the same time and terminate the college time in a mall -> Matos. We are very like karaoke and culinary. They are Fitri Chandra Kusuma (Meimei), Lili Suharli (Lili), Lilik Erviani (Lilik), Lila Mayang Kumala (Lila), Sisca Puspa Wardani (Siska), and the boy one Lingga Nugraha (Lingga).
20.The Luckiest girl because I have an Inspirator. He is a Biologist especially Conservation Biology, he is a mosleem, and now he is on East Kalimantan to perform tasks from one of NGO in Indonesia that working in the  protection of endangered species field. He is a handsome boy who never left the worship, he can't act romantic, but at the same time he would do something stupid to be so romantic. I love him so much... :* :*

Rabu, 17 September 2014

Jika Aku Mampu

Jika aku mampu
akan ku buang rindu ini jauh-jauh
agar tak ada lagi rasa meriang dimalam hari karna sakau akan hadirmu

Jika aku mampu
akan ku lipat jarak dan waktu
agar tak memerankan peran antagonisnya
agar kabarmu bukan lagi dingin dan beku

Dan sekali lagi, jika aku mampu


Selasa, 16 September 2014

It Just a Dream


Malam tadi aku bermimpi, aku bermimpi ada bersamamu disuatu tempat makan yang sangat asing. Dalam mimpi itu kamu menceritakan semua hal yang aku sanksikan atas kepergianmu. Kau menjelaskan perihal gambar yang aku temukan di Instagram salah satu temanmu, kau menjelaskan kondisimu di Pulau seberang, kau menjelaskan berbagai aktivitasmu. Dan satu lagi.. kau menegurku atas sikap cerobohku. Terimakasih kau sudah peduli atas hidupku. Tapi itu hanyalah sepotong mimpi semalam.
Sekali lagi aku tak tahu, ini rindu atau bukan.. Tapi aq selalu ingin tahu apa yang kau kerjakan setiap saat. Betapa ingin ku ucapkan "Kau sedang apa?" saat ini. Tapi logikaku membungkam.. Ah.. mungkin kau sedang sibuk, atau mungkin sedang tidak ada akses signal...
Jika ini rindu, maka bersabarlah Rindu.. 
Ini masih 7 hari dari 90 hari.. 
Aku ingin kau ada disini,..

Senin, 15 September 2014

Rindu #Part2


Entah ini Rindu atau bukan, tapi tiga bulanmu sangatlah lama..
Tapi bersabarlah Rindu, dia akan kembali menjadi candu..

Jumat, 12 September 2014

Rindu adalah...


NP. A Thousand Years 
Rindu adalah memutar lagu tentangmu..
Yah.. benar sekali
Berkali-kali kau mengatakan kau suka lagu ini.
Masih ku ingat suaramu kala mendendangkan lagu ini..
Andai saja...

Kamis, 11 September 2014

Someday

Don't leave me...
Kau meninggalkan September di sini, di depan pintu yang terbuka separo
Mataku berkaca-kaca membaca jejak langkahmu yang perlahan tersapu hujan
Ada sesak menyekap tapi kau tetap bergi dan bertahan di sana
Kau bilang "Udah Al gapapa, Dbuat nyante aja lagi al..."
Aku mengerti
Selamat tinggal September
Semoga kau baik-baik saja, sampai saatnya kita dipertemukan lagi. 
I miss you

Rabu, 10 September 2014

Kamu adalah rindu yang tak jarang

Sementara teduhlah hatiku 
Tidak lagi jauh
 Belum saatnya kau jatuh
 Sementara ingat lagi mimpi 
Juga janji janji
Jangan kau ingkari lagi
Percayalah hati lebih dari ini 
Pernah kita lalui 
Jangan henti disini
Sementara lupakanlah rindu
 Sadarlah hatiku hanya ada kau dan aku 
Dan sementara akan kukarang cerita 
Tentang mimpi jadi nyata 
Untuk asa kita ber dua
Percayalah hati lebih dari ini
 Pernah kita lalui 
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
 Nikmatilah lara
 Jangan henti disini
NP. Sementara ~ Float
Hanya lagu ini yang terputar di playlist MP3, cuma satu lagu sedari pagi. Aku tahu pergimu hanya sementara. Biarkan rindu ini aku yang nikmati, untuk 90 hari ke depan.. 
Jika sementara adalah lagu yang terur terputar, maka kau adalah rindu yang tak jarang. 

Aku tak bisa menahanmu meskipun sangat ingin...

Batu, 11 September 2014
I'll be waiting for you from now on until 3 months later
Hari ini dan di jam ini kamu mungkin sudah berada di dalam pesawat menuju ke kota Balikpapan. Iya Balikpapan.. Yang bahkan aku tak sempat menjabat tanganmu ataupun berucap selamat jalan.
Yah... ironis mungkin. Aku tak punya banyak waktu untuk menghabiskan "Last day" bersamamu, begitu juga mungkin kamu. Ini adalah hal terberat yang pernah aku alami. Hari ini aku mulai melihat kalender sesering mungkin. Tiga bulan terasa sedikit jika dilihat dari kalender, mungkin hanya satu lembar. Tapi tahukah, tiga bulan itu 90 hari dengan 24 jam per-harinya. oh my WAW.. ini berat..
Aku pernah merencanakan akan berada di bandara bersamamu, melepasmu pergi ke kota itu. Tapi aku tak punya cukup waktu untuk menjalaninya.
Kau hanya tak pernah tahu bagaimana rasanya jadi seorang perempuan seperti aku disaat sekarang ini. Mungkin aku sudah lelah untuk menangis. Aku telah meluangkan banyak waktu untukmu sebelum kamu pergi, aku sudah membatalkan beberapa kegiatan hanya untuk dapat bersamamu. Bagaimana khawatirku ketika kau akan pergi. Bagaimana pedihnya aku memasukkan semua barang-barangmu ke dalam tas untuk persiapan tiga bulanmu. Aku sangaaaat ingin menahanmu pergi, tapi aku tak bisa. Perih lahir batin broo..
Bahkan di hari terakhirmu di sini kau masih asik dengan aktifitasmu bersama dengan rekan-rekanmu yang aku tak tahu siapa itu,  kau bahkan dengan mudah mengucapkan kata pamit kepada mereka. Aku kadang iri bisa menjadi mereka. Semoga kau masih ada waktu denganku hanya untuk sekedar bercanda. 
Pagi ini kau juga tak memberiku kabar, kabar keberangkatanmu ataupun kedatanganmu dikota seberang. Betapa aku sangat ingin menelponmu hanya untuk bertanya "Sudah sampai mana?". Aku tak punya cukup nyali untuk berkata demikian. Aku takut menangis mendengar suaramu diseberang sana.  

Yahhh welcome di kehidupan galau yang sebenarnya. Aku tak pernah tahu bagaimana rasanya tiga bulan mendatang tanpa ada kamu didepan mataku. Tak akan ada sholat berjamaah lagi denganmu, tak akan ada minggu pagi di CFD Ijen, tak akan ada malam minggu di Pos Ketan Legenda, tak akan ada lagi nongkrong untuk sekedar berbagi pengalaman hari ini, tak akan ada mampir dan sekedar duduk di depan kosmu sepulang kerja, tak akan ada perjalanan ke Purwosari lagi bersamamu, tak akan ada karaoke lagi bersamamu. yaahhh tak akan ada itu semua selama tiga bulan mendatang.
Banyak yang bilang, jauh dari yang terkasih itu rasanya seperti sekarat. Entah itu memang iya ataukan hanya perasaan lebay dari teman-temanku saja. Yang aku rasakan 5 jam ini demikian, seperti ada yang hilang entah itu apa, yang mereka sebut sekarat mungkin ini. Tapi mereka pula mengatakan "Setelahnya sekarat, kau akan merasakan jatuh cinta lagi seperti rasa pertama kali kau jatuh cinta dengannya. Yah itulah momen dimana kamu bertemu lagi dengannya setelah sekian lama tak berjumpa". Mungkinkah demikian yang kurasakan nanti...
Jika semua itu benar, sekali lagi kau akan menjadi canduku. Apakah kita akan bertemu di lain waktu dengan rasa yang sama? apakah suatu saat, aku dan kamu tidak lagi peduli jarak dan waktu? Apakan suatu saat, kita akan kembali percaya bahwa diri kita adalah setengah dari cumbu rayu yang akan selalu ada dalam kamus teori cinta yang dirumuskan oleh kebanyakan orang?
Aku tak pernah bisa memahamimu, bahkan sampai selama ini. Aku tak pernah bisa memahami duniamu yang sama sekali tak ku mengerti. Aku hanya ingin minta waktumu untuk berucap selamat jalan, hati-hati disana, jangan telat makan, jangan lupa sholat, kurangi merokok.. Just it. But I can't realize it.. Perih rasanya...
Maafkan aku yang selalu menjadi cerewet dan banyak kemauan. Mungkin ini bentuk rasaku padamu. Ini bukan kicauan gombal, tapi terlebih karena aku tak terbiasa jauh darimu. 
Aku ingin kita memiliki komunikasi yang baik jika kau disana, sering lah berbagi kabar, mungkin sms atau telfon. Aku tak pernah meminta lebih.. yang aku tahu hanya aku akan menunggumu kembali, kembali dari perjalanan muliamu untuk mereka-mereka yang membutuhkan. 
Hanya ini yang tersisa dipesanmu sebelum pergi "Suatu hari kelak saya akan kembali ke kota ini.. >> nuwus ilakes for ngalam"
Maaf jika membuatmu bingung untuk yang kesekian kalinya.. Have a save flight and trip. Enjoy your day, come back soon, Please!!