Tak pernah terfikir akan sampai pada tahap ini sebelumnya. Dulu, imajinasi jaman masih SMA sih simpel, bisa masuk di Perguruan Tinggi Negeri dan lulus 4 tahun aja udah cukup. But who knows? Allah memberikan berbagai jalan dari manapun untuk saya bisa sampai pada tahap ini.
Apakah mudah?
Really no... I am a woman, a wife and also a mother now. Its not easy and never be easy. Jadi buat para wanita dimanapun, yang bisa berkesempatan 24 jam bersama anak, bersyukurlah. Hidup anda lebih-lebih enak dibandingkan saya. Kalau hidup tentang prioritas, mungkin kelas prioritas kita berbeda, komunitas kita berbeda pula. So... lets support the other moms in this world.
Lets start...
Perjalanan ini dimulai dari kuliah S1 Jurusan Biologi, Universitas Brawijaya, Malang. Belum lulus S1 pun, sudah dapat beasiswa S2 dari Beasiswa Unggulan Fast Track DIKTI 2011. Saya angkatan pertama beasiswa ini, sudah jelas program beasiswanya masih samar-samar gitu. Jadi saya menghabiskan waktu tepat 5 tahun untuk study S1 dan S2 dengan jurusan yang sama.
Saat itu, salah satu dosen saya sempat menawarkan langsung lanjut S3 dengan beasiswa di kampus yang sama, tetapi saya menolak karna hmmm you know, I spend 5 years for study, I just want to take a breathe for a while and enjoy my life, nge-mall misalnya, main ke pantai misalnya, dll.
Tuhan memang Maha Baik, saya belum pernah menganggur sepanjang lulus kuliah S1, walaupun saat itu saya masih study S2. Belum wisuda S2, saya sudah direkrut oleh salah satu Profesor saya untuk menjadi salah satu Peneliti di Lembaga Penelitian Swasta miliknya sekaligus sebagai Pengurus Jurnal yang beliau kelola. Tepat 1 tahun 2 bulan bergabung di sana, Allah memberikan rejeki dengan diterimanya saya sebagai CPNS di salah satu Lembaga penelitian bergengsi di Negeri ini. Lagi-lagi ini bukan hal yang mudah. Semua butuh kerja dan kemauan keras. Nah mulai dari sinilah awal jalan saya menuju ke sini.
A wife with one daughter as a PhD student. Biomedical Scinece is my Major study. Gak usah di-iri-in nanti kamu bakal stress sendiri. Gak usah pula dibayangin, biar aku saja yang menjalani.
Apakah saya menyesal?
Jelas tidak. Big no... Saya punya target, saya punya planning, saya percaya Allah mentakdirkan ini untuk saya dan pasti saya bisa. Dukungan suami dan keluarga besar , Alhamdulillah tidak pernah kurang, bahkan berlebih.
Gimana rasanya?
Bangga dong bisa bikin bangga orang tua sekaligus bisa jadi menantu yang bisa dibanggakan.
I am a Mother, a wife, a PhD student and I am proud of myself..