Minggu, 26 April 2015

Aku Lelah

Bagaimana jika lelahku karenamu?
Aku... duduk termenung di meja kantor dengan dikerubungin log book, jurnal, bolpoin, stabilo, dan juga snack. Tapi pikiran lagi ga di depan buku. Maap ye di tinggal ngelantur sebentar.
Aku merasa lelah. Lelah dengan hari-hari lalu. mungkin sudah seminggu aq seperti ngomong sama tembok. Ga di kantor, ga di kosan sama aja. Seperti sendiri aja walopun ada yang lain.
Ada jutaan angan tentang kamu dan kita. Tentang sikapmu dan juga kesibukanmu. I wish sih aku bisa ngerti kesibukanmu yang tanpa jeda dan kabar, but it is too difficult for me. Yah entah karena aku yang lagi PMS atau pula memang ada yang berubah dari sikapmu yang tenang.
Aku bukan Tuhan atau mesin penerima kode yang setiap saat selalu bisa ngerti apa maksud di balik sikapmu yang menurutku menjadi lebih diam dibandingkan biasanya. I'm just human..
Dua hari weekend nyatanya tak juga bisa mengembalikan mood dan semangat seperti minggu-minggu sebelumnya. Tuhan, ada apa dengan ini semua?
Aku lelah Tuhan, aku lelah berburuk sangka pada keadaan.
Terkadang muncul di angan, kau akan datang ke sini, dan dari kejauhan kau melihatku yang mungkin hampir putus asa, kemudian duduk disampingku dan berkata, "lelah ? bersandarlah pada ku. aku punya bahu yang kuat buat menopangmu. aku punya lengan yang hangat. dan aku bisa menjaminimu bahwa kau akan merasa sangat nyaman" , sambil tersenyum. Aku menatap senyum itu. Senyum yang tidak berubah sejak pertama kali kita bertemu.
Ah.. lagi-lagi ini hanya berandai-andai saja :(
Tapi bagaimana pula jika lelah ini terjadi karenamu? karena sikapmu yang tak pernah bisa ku tebak dan ku mengerti. Tentang semua keanehan sikapmu dan diammu, aku sudah menyerah dan putus asa.
Tapi aku tetap ingin menjadi wanitamu.
Semoga semarah apapun kelak kita nantinya, aku harap tak ada salah satu dari kita yang berhenti dan menyerah.
Never leave


Selasa, 14 April 2015

Cita-cita kita: Tentang aku dan kamu

Dua buah nama dan cita-cita kita
hai kamu... iya kamu... apa kabar kamu?
Apa kabar cita-cita kita?
Jarak gak masalah kan?
Jarak tak memudarkan cita-cita kita kan?
Cita-cita kita masih ada kan?
Semoga masih dalam angan kita

Mungkin terlalu banyak waktu yang kita habiskan bersama,
Banyak hal yang begitu indah
Pahit sih iya terkadang, tapi semoga baik-baik saja sayang.
Ternyata tak mudah menjalani hubungan dengan jarak yang begitu sialan ini
Kalau pun aku boleh memilih, pasti aku lebih ingin tinggal di Malang dengan pekerjaan seadaanya asalkan dekat dengan kamu.
Dilema memang... Bagaimana lagi, semacam tuntutan pekerjaan yg mengharuskan ada di sini
Karena ternyata, jauh dari kamu itu hanya akan membebanimu.
Kamu akan sering mendengar cerita-cerita yang sama, tentang sebuah tempat baru dengan segala kesialannya pula.
Kalau tidak kesepian di kamar kos, ga cocok makanan, kangen rumah, dan ga lupa ingin pulang saja.
Aku, dengan segala sikap manjaku, hanya akan membuatmu risih kan??
Terkadang, mungkin aku juga terlalu egois, selalu memaksa kamu untuk segera menyusulku ke kota ini.
Selalu dan selalu memaksa
Tapi kamu selalu dingin menanggapinya. Mungkin kamu lelah..
Pikiranku selalu negatif tentang sikapmu.
Tentang keacuhanmu, tentang ketidakpedulianmu terhadapku di sini.
Aku sangat-sangat kesal dengan kondisi seperti ini.

Dari beberapa obrolan terakhir kita, aku aku bisa simpulkan,
Bahwa keacuhan dan ketidakpedulianmu bukan tanpa arti.
Oke... sekarang aku paham. Kamu punya cara yang tak terduga olehku untuk menjadikanku mandiri di sini
Untuk tidak mengeluh pada keadaan, cukup hanya bersyukur dan sabar saja.
Kamu yang selalu mengakatakan tidak suka cewek manja, cewek yg ga mandiri, dan cewek kurus.
Oke fix, bahwa semua itu ada pada diriku.
Sejenak aku berfikir, mungkin aku terlalu manja dan kurus.
Yap... mulai sekarang harus bermetamorfosis lagi, harus lebih mandiri
Terimakasih sudah mengajarkan hal-hal sederhana tapi sangat penting dalam hidup aku, meski dengan cara yang sangat tidak terduga olehku.
Janji deh ga bakal manja dan janji juga bakal naikin berat badan sampai 45 kg.
Memang harus ada stimulan dulu biar bisa aksi :)

Memang benar, saat Tuhan semakin menyatukan kita, seperti bersamaan banyk hal yang datang tak terduga dan mengejutkan.
Terkadang, sempat sih beberapa kali aku terlampau cemburu dengan hidupmu, dengan banyaknya jumlah teman wanitamu. Ah... entahlah
Meskipun begitu, aku sangat yakin kau akan tetap disampingku.
Terkadang, aku ingin membuatmu merasa nyaman berada disampingku.
Tapi aku selalu kalah dengan egoku :(
Ini semua mungkin sebuah proses menuju bahagia kita, menuju cita-cita kita
Semoga kau selalu menguntai banyak doa untuk cita-cita kita, begitu juga aku
Terimakasih telah mengajarkanku banyak hal
Terimakasih telah mengajarkanku arti penting sebuah jarak dan kemandirian
Terimakasih telah menjadi pendengar setia tangisanku di satu bulan tinggal di kota ini
Semoga aku, kamu dan cita-cita kita segera terwujud :)
Ku tunggu kedatanganmu di kota Hujan ini segera setelah berat badanku naik mjd 45 kg :p


Cibinong, 14 April 2015.
(Di siang yang terik, aku merindumu)

Senin, 06 April 2015

Bahagia itu sederhana

Sesederhana mendengarkan suaramu di penat pulang kerjaku.
Sesederhana mendengarkan lantunan nyanyianmu di telepon.
Sesederhana gurauanmu pula.
Sesederhana keseriusanmu terhadap cita-cita kita.
Terimakasih