| Bagaimana jika lelahku karenamu? |
Aku merasa lelah. Lelah dengan hari-hari lalu. mungkin sudah seminggu aq seperti ngomong sama tembok. Ga di kantor, ga di kosan sama aja. Seperti sendiri aja walopun ada yang lain.
Ada jutaan angan tentang kamu dan kita. Tentang sikapmu dan juga kesibukanmu. I wish sih aku bisa ngerti kesibukanmu yang tanpa jeda dan kabar, but it is too difficult for me. Yah entah karena aku yang lagi PMS atau pula memang ada yang berubah dari sikapmu yang tenang.
Aku bukan Tuhan atau mesin penerima kode yang setiap saat selalu bisa ngerti apa maksud di balik sikapmu yang menurutku menjadi lebih diam dibandingkan biasanya. I'm just human..
Dua hari weekend nyatanya tak juga bisa mengembalikan mood dan semangat seperti minggu-minggu sebelumnya. Tuhan, ada apa dengan ini semua?
Aku lelah Tuhan, aku lelah berburuk sangka pada keadaan.
Terkadang muncul di angan, kau akan datang ke sini, dan dari kejauhan kau melihatku yang mungkin hampir putus asa, kemudian duduk disampingku dan berkata, "lelah ? bersandarlah pada ku. aku punya bahu yang kuat buat menopangmu. aku punya lengan yang hangat. dan aku bisa menjaminimu bahwa kau akan merasa sangat nyaman" , sambil tersenyum. Aku menatap senyum itu. Senyum yang tidak berubah sejak pertama kali kita bertemu.
Ah.. lagi-lagi ini hanya berandai-andai saja :(
Tapi bagaimana pula jika lelah ini terjadi karenamu? karena sikapmu yang tak pernah bisa ku tebak dan ku mengerti. Tentang semua keanehan sikapmu dan diammu, aku sudah menyerah dan putus asa.
Tapi aku tetap ingin menjadi wanitamu.
Semoga semarah apapun kelak kita nantinya, aku harap tak ada salah satu dari kita yang berhenti dan menyerah.
Never leave

