Pantai Rajegwesi terletak
di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Jalan menuju
Rajegwesi melewati daerah perkebunan. Pantai ini termasuk dalam kawasan Taman
Nasional Meru Betiri. Pada tahun 2011, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah
I Sarongan mendapat kegiatan Program Model Desa Konservasi (MDK) tepatnya di
Resort Rajegwesi Blok Rajegwesi Dusun Krajan, Desa Sarongan, Kecamatan
Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Meskipun pada awal mulanya lokasi model desa
konservasi mendapat pertentangan dari beberapa pihak yang beranggapan selalu
dusun rajegwesi yang mendapatkan perhatian dari pihak Taman Nasional namun
setelah mendapat penjelasan maka semua pihak dapat memahami (TNMB, 2012).
Dalam kegiatan pelatihan participatory
rurral apraisal (PRA) terbentuk kelembagaan berupa susunan organisasi
bernama Masyarakat Ekowisata Rajegwesi (MER) yang terdiri dari ketua, wakil
ketua, bendahara, sekretaris dan seksi-seksi lainnya dengan jumlah anggota
sekitar 27 orang. Hasil yang ingin di capai oleh MER yaitu ingin mengembangkan
wisata bahari Rajegwesi (TNMB, 2012).
1.
Pelatihan dan
pembuatan Eco-Homestay
Pelatihan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan
bagi masyarakat Rajegwesi dalam mengelola sebuah homestay yang akan
dimanfaatkan untuk penginapan bagi wisatawan yang berkunjung ke Dusun Wisata
Bahari Rajegwesi. Homestay dibuat sebanyak 4 unit dengan memanfaatkan rumah
masyarakat Rajegwesi.
2.
Pelatihan
pemandu wisata
Pelatihan ini dimaksudkan agar masyarakat sebagai pelaksana kegiatan
wisata di Rajegwesi dapat memberikan pemanduan terhadap wisatawan yang
berkunjung ke Rajegwesi.
3.
Kursus bahasa
inggris
Kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat bermanfaat disamping
pengetahuan dalam memandu wisatawan yang datang berkunjung ke Dusun Wisata
Bahari Rajegwesi.
4.
Pelatihan dan
pembuatan biogas
Pelatihan dilakukan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat di
dusun Rajegwesi dalam memanfaatkan kotoran ternak menjadi bahan bakar (Biogas).
Saat ini ada 4 (empat) unit biogas yang selanjutnya dikelola oleh Masyarakat
Ekowisata Rajegwesi.
Pantai Rajegwesi berombak relatif kecil jika
dibandingkan dengan pantai selatan lainnya, dimanfaatkan masyarakat sekitar
kawasan untuk tempat pelabuhan kapal-kapal nelayan penangkap ikan dan sekaligus
sebagai tempat pelelangan ikan. Rajegwesi merupakan salah satu tempat yang
dikunjungi oleh berbagai wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun
wisatawan mancanegara (wisman), karena memiliki obyek dan daya tarik wisata yang
bervariasi.
Gambar 1. Pantai Rajegwesi
Berbagai aktivitas dapat dilakukan wisatawan seperti melihat pantai,
mandi dipantai, bersantai di pantai, foto, surfing, snorkling, camping dan
kuliner (makan ikan bakar segar). Atraksi wisata budaya yang sering dikunjungi
wisatawan berupa wisata agro dan aktivitas masyarakat berupa cara
pembuatan gula jawa (nderes) mulai dari pengambilan air kelapa sampai proses
pembuatan gulanya. Aktivitas nelayan dan
adanya perayaan petik laut bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan. Rajegwesi
juga merupakan tempat yang menghubungkan tempat-tempat indah lainnya, seperti :
Teluk Hijau, Teluk Damai dan Sukamade (TNMB, 2012).
Obyek wisata Rajegwesi dapat dijangkau melalui rute yaitu (TNMB, 2012) :
Jember/Banyuwangi - Jajag - Sarongan – Rajegwesi
Jalur
tersebut dapat dilewati wisatawan dengan kendaraan roda empat
-
Jember ke Jajag 84 km / 2 jam
-
Banyuwangi ke Jajag 65 km / 1 jam
-
Jajag ke Rajegwesi 40 km / 2 jam
Fasilitas yang tersedia :
-
Homestay
-
Perahu nelayan
- Carter
mobil
- MCK
Berdasarkan hasil pengamatan langsung pada praktikum lapang di kawasan pantai Rajegwesi, didapatkan
bahwa Rajegwesi memiliki potensi wisata yang sangat bagus. Hal ini dikarenakan
kondisi pantai Rajegwesi sangat alami dan atraksi wisata yang ditawarkan
berbeda dengan wisata pantai ditempat lain, diantaranya atraksi pembuatan gula
aren dan biogas. Atraksi wisata yang tidak kalah menarik dan menjadi dapat
dikelola menjadi andalan Rajegwesi adalah atraksi melihat nelayan pulang melaut
dan banyak anak-anak warga desa Sarongan yang membantu nelayan menarik perahu
dan menurunkan hasil tangkapannya, anak-anak tersebut akan diberikan imbalan
berupa ikan hasil tangkapan nelayan tersebut. Aktivitas tersebut dilakukan
antara pukul 10.00 – 11.00 WIB disaat anak-anak tersebut pulang sekolah.
Aktivitas wisata ini dapat dibuka untuk wisatawan yang ingin merasakan melaut
dan berbaur dengan nelayan pantai Rajegwesi, setelah selesai melaut, ikan hasil
tangkapan tersebut dapat langsung dibakar dengan bumbu yang disediakan oleh
pengelola atraksi wisata tersebut. Atraksi yang dapat dikembangkan di Rajegwesi
diantaranya, snorkeling dan diving dengan eksplorasi wisata bahari bawah laut
yang potensial di perairan Rajegwesi.
Selain pantai Rajegwesi, sekitar Rajegwesi memiliki beberapa tujuan
wisata yaitu Teluk Hijau yang terletak disekitar Teluk Damai dan bersebelahan
dengan Pantai Batu Permintaan. Teluk Hijau memiliki pemandangan yang luar biasa
indah karena pasir pantainya putih bersih dengan aliran ombak yang tidak
terlalu besar sehingga cukup aman digunakan untuk berenang. Adanya Pantai Batu
Permintaan yang terletak bersebelahan dengan Teluk Hijau dapat menarik
wisatawan untuk lebih penasaran dengan mitos yang diceritakan di sekitar Pantai
Batu Permintaan dimana wisatawan dapat meminta permintaan dengan melempar batu
putih yang ada di pantai tersebut dan dalam mitos yang berkembang apabila batu
tersebut sampai pada perairan dan tidak kembali ke daratan maka permintaan
tersebut akan dikabulkan. Teluk Hijau memiliki susunan batu karang yang bagus,
hal ini menjadi daya tarik point of view
dari tempat ini, teluk ini disebut Hijau karena di dasar perairan dangkalnya
terdapat alga yang memantulkan warna hijau di permukaan perairannya. Jarak
homestay dan Pantai Rajegwesi menuju Teluk Hijau dapat ditempuh dengan jarak
kurang lebih 6 km dengan jalan kaki melewati bukit yang curam. Hal ini menjadi
tantangan tersendiri bagi para wisatawan karena wisatawan dapat melepas lelah
dengan melihat pemandangan ketika sampai di Teluk Hijau. Bukit yang dilewati
menuju Teluk Hijau memiliki keamanan yang kurang karena disekitarnya berupa
tebing yang curam dengan tanaman rotan yang menjulur sehingga wisatawan harus
lebih berhati-hati melewati bukit tersebut. Akses jalan ini sebaiknya lebih diperbaiki
dengan mempertimbangkan keselamatan wisatawan maupun pemandu wisata dari MER
yang akan menuju Teluk Hijau tanpa mengesampingkan kealamian dari jalur yang
dilewati tersebut.
Gambar 2. Pantai Teluk Hijau
Jumlah sarana homestay yang
ada hanya 6 unit, dimana jumlah tersebut
masih kurang memenuhi
untuk menampung para wisatawan yang dating. Selain itu, sarana
prasarana yang ada dalam homestay juga masih kurang dikarenakan homestay yang
ada belum lama terbentuk dan tidak semua warga Rajegwesi bersedia bergabung
menjadi pemilik homestay. Sarana berupa gazebo di tempat-tempat dengan point of
view yang bagus untuk melihat keindahan pantai Rajegwesi dan di jalan menuju
Teluk Hijau dapat menambah daya tarik obyek wisata ini. Adanya petilasan yang
terletak di sekitar pantai Rajegwesi dapat digunakan sebagai atraksi wisata
karena dari bukit petilasan tersebut dapat terlihat pantai yang dikelilingi
bukit dan perahu nelayan yang berjejer di pinggiran pantai. Tidak adanya toko
yang menjual souvenir khas Rajegwesi menjadi kelemahan pengembangan wisata ini,
karena melalui souvenir yang dijual tersebut dapat dijadikan media promosi
wisatawan yang selesai berkunjung ke Rajegwesi. Optimalisasi MER sebagai
pemandu wisata di Rajegwesi dengan pelatihan yang bertahap mulai dari
pengetahuan wisatanya dan keramahan menghadapi wisatawan dapat menjadi kekuatan
obyek wisata ini.