Senin, 23 Juli 2012

Atraksi Wisata Pantai Rajegwesi, Pantai Batu Permintaan, dan Teluk Hijau TNMB Banyuwangi


Pantai Rajegwesi terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Jalan menuju Rajegwesi melewati daerah perkebunan. Pantai ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Pada tahun 2011, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Sarongan mendapat kegiatan Program Model Desa Konservasi (MDK) tepatnya di Resort Rajegwesi Blok Rajegwesi Dusun Krajan, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Meskipun pada awal mulanya lokasi model desa konservasi mendapat pertentangan dari beberapa pihak yang beranggapan selalu dusun rajegwesi yang mendapatkan perhatian dari pihak Taman Nasional namun setelah mendapat penjelasan maka semua pihak dapat memahami (TNMB, 2012).
Dalam kegiatan pelatihan participatory rurral apraisal (PRA) terbentuk kelembagaan berupa susunan organisasi bernama Masyarakat Ekowisata Rajegwesi (MER) yang terdiri dari ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris dan seksi-seksi lainnya dengan jumlah anggota sekitar 27 orang. Hasil yang ingin di capai oleh MER yaitu ingin mengembangkan wisata bahari Rajegwesi (TNMB, 2012).
1.      Pelatihan dan pembuatan Eco-Homestay
Pelatihan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat Rajegwesi dalam mengelola sebuah homestay yang akan dimanfaatkan untuk penginapan bagi wisatawan yang berkunjung ke Dusun Wisata Bahari Rajegwesi. Homestay dibuat sebanyak 4 unit dengan memanfaatkan rumah masyarakat Rajegwesi.
2.      Pelatihan pemandu wisata
Pelatihan ini dimaksudkan agar masyarakat sebagai pelaksana kegiatan wisata di Rajegwesi dapat memberikan pemanduan terhadap wisatawan yang berkunjung ke Rajegwesi.
3.      Kursus bahasa inggris
Kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat bermanfaat disamping pengetahuan dalam memandu wisatawan yang datang berkunjung ke Dusun Wisata Bahari Rajegwesi.
4.      Pelatihan dan pembuatan biogas
Pelatihan dilakukan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat di dusun Rajegwesi dalam memanfaatkan kotoran ternak menjadi bahan bakar (Biogas). Saat ini ada 4 (empat) unit biogas yang selanjutnya dikelola oleh Masyarakat Ekowisata Rajegwesi.
Pantai Rajegwesi berombak relatif kecil jika dibandingkan dengan pantai selatan lainnya, dimanfaatkan masyarakat sekitar kawasan untuk tempat pelabuhan kapal-kapal nelayan penangkap ikan dan sekaligus sebagai tempat pelelangan ikan. Rajegwesi merupakan salah satu tempat yang dikunjungi oleh berbagai wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman), karena memiliki obyek dan daya tarik wisata yang bervariasi.

Gambar 1. Pantai Rajegwesi
Berbagai aktivitas dapat dilakukan wisatawan seperti melihat pantai, mandi dipantai, bersantai di pantai, foto, surfing, snorkling, camping dan kuliner (makan ikan bakar segar). Atraksi wisata budaya yang sering dikunjungi wisatawan berupa wisata agro  dan aktivitas masyarakat berupa cara pembuatan gula jawa (nderes) mulai dari pengambilan air kelapa sampai proses pembuatan gulanya.  Aktivitas nelayan dan adanya perayaan petik laut bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan. Rajegwesi juga merupakan tempat yang menghubungkan tempat-tempat indah lainnya, seperti : Teluk Hijau, Teluk Damai dan Sukamade (TNMB, 2012).
Obyek wisata Rajegwesi dapat dijangkau melalui rute yaitu  (TNMB, 2012) :
Jember/Banyuwangi - Jajag - Sarongan – Rajegwesi
Jalur tersebut dapat dilewati wisatawan dengan kendaraan roda empat
- Jember ke Jajag 84 km / 2 jam
- Banyuwangi ke Jajag 65 km / 1 jam
- Jajag ke Rajegwesi 40 km / 2 jam
Fasilitas yang tersedia :
- Homestay
- Perahu nelayan
- Carter mobil
- MCK
Berdasarkan hasil pengamatan langsung pada praktikum lapang di kawasan pantai Rajegwesi, didapatkan bahwa Rajegwesi memiliki potensi wisata yang sangat bagus. Hal ini dikarenakan kondisi pantai Rajegwesi sangat alami dan atraksi wisata yang ditawarkan berbeda dengan wisata pantai ditempat lain, diantaranya atraksi pembuatan gula aren dan biogas. Atraksi wisata yang tidak kalah menarik dan menjadi dapat dikelola menjadi andalan Rajegwesi adalah atraksi melihat nelayan pulang melaut dan banyak anak-anak warga desa Sarongan yang membantu nelayan menarik perahu dan menurunkan hasil tangkapannya, anak-anak tersebut akan diberikan imbalan berupa ikan hasil tangkapan nelayan tersebut. Aktivitas tersebut dilakukan antara pukul 10.00 – 11.00 WIB disaat anak-anak tersebut pulang sekolah. Aktivitas wisata ini dapat dibuka untuk wisatawan yang ingin merasakan melaut dan berbaur dengan nelayan pantai Rajegwesi, setelah selesai melaut, ikan hasil tangkapan tersebut dapat langsung dibakar dengan bumbu yang disediakan oleh pengelola atraksi wisata tersebut. Atraksi yang dapat dikembangkan di Rajegwesi diantaranya, snorkeling dan diving dengan eksplorasi wisata bahari bawah laut yang potensial di perairan Rajegwesi.
Selain pantai Rajegwesi, sekitar Rajegwesi memiliki beberapa tujuan wisata yaitu Teluk Hijau yang terletak disekitar Teluk Damai dan bersebelahan dengan Pantai Batu Permintaan. Teluk Hijau memiliki pemandangan yang luar biasa indah karena pasir pantainya putih bersih dengan aliran ombak yang tidak terlalu besar sehingga cukup aman digunakan untuk berenang. Adanya Pantai Batu Permintaan yang terletak bersebelahan dengan Teluk Hijau dapat menarik wisatawan untuk lebih penasaran dengan mitos yang diceritakan di sekitar Pantai Batu Permintaan dimana wisatawan dapat meminta permintaan dengan melempar batu putih yang ada di pantai tersebut dan dalam mitos yang berkembang apabila batu tersebut sampai pada perairan dan tidak kembali ke daratan maka permintaan tersebut akan dikabulkan. Teluk Hijau memiliki susunan batu karang yang bagus, hal ini menjadi daya tarik point of view dari tempat ini, teluk ini disebut Hijau karena di dasar perairan dangkalnya terdapat alga yang memantulkan warna hijau di permukaan perairannya. Jarak homestay dan Pantai Rajegwesi menuju Teluk Hijau dapat ditempuh dengan jarak kurang lebih 6 km dengan jalan kaki melewati bukit yang curam. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para wisatawan karena wisatawan dapat melepas lelah dengan melihat pemandangan ketika sampai di Teluk Hijau. Bukit yang dilewati menuju Teluk Hijau memiliki keamanan yang kurang karena disekitarnya berupa tebing yang curam dengan tanaman rotan yang menjulur sehingga wisatawan harus lebih berhati-hati melewati bukit tersebut. Akses jalan ini sebaiknya lebih diperbaiki dengan mempertimbangkan keselamatan wisatawan maupun pemandu wisata dari MER yang akan menuju Teluk Hijau tanpa mengesampingkan kealamian dari jalur yang dilewati tersebut. 
Gambar 2. Pantai Teluk Hijau
Jumlah sarana homestay yang ada hanya 6 unit, dimana jumlah tersebut masih kurang memenuhi untuk menampung para wisatawan yang dating. Selain itu, sarana prasarana yang ada dalam homestay juga masih kurang dikarenakan homestay yang ada belum lama terbentuk dan tidak semua warga Rajegwesi bersedia bergabung menjadi pemilik homestay. Sarana berupa gazebo di tempat-tempat dengan point of view yang bagus untuk melihat keindahan pantai Rajegwesi dan di jalan menuju Teluk Hijau dapat menambah daya tarik obyek wisata ini. Adanya petilasan yang terletak di sekitar pantai Rajegwesi dapat digunakan sebagai atraksi wisata karena dari bukit petilasan tersebut dapat terlihat pantai yang dikelilingi bukit dan perahu nelayan yang berjejer di pinggiran pantai. Tidak adanya toko yang menjual souvenir khas Rajegwesi menjadi kelemahan pengembangan wisata ini, karena melalui souvenir yang dijual tersebut dapat dijadikan media promosi wisatawan yang selesai berkunjung ke Rajegwesi. Optimalisasi MER sebagai pemandu wisata di Rajegwesi dengan pelatihan yang bertahap mulai dari pengetahuan wisatanya dan keramahan menghadapi wisatawan dapat menjadi kekuatan obyek wisata ini.