Minggu, 24 Mei 2015

Risau

Being lonely
Aku ga meminta lebih darimu,
Terkadang aku hanya ingin cerita saja, tak butuh jawaban.
Hanya ingin kamu mendengarkan keluh kesahku saja.
Bagiku sudah cukup.
Please....

Senin, 18 Mei 2015

Kamu apa kabar?

Hai...
Kamu apa kabar?
Aku ga akan banyak ngomong, cuma ingin dengar suaramu saja.
Janji ga akan bahas perihal pekerjaan ataupun menuntut kamu lebih.
Cukup dengar suaramu saja sembari menanyakan kabar diammu.
Aku rindu... Rindu suaramu, rindu candamu, rindu kamu

Kamis, 07 Mei 2015

Kecewa

Pernahkah kalian merasa kecewa? 
Kesewa seperti ketika semua detail hal yang ingin kalian capai ternyata harus berhenti sebab suatu hal di luar kehendak kita?
Yap sekarang aku merasakannya.
Ini bukan cerita tentang keegoisan saya atau siapapun, tapi terlebih pada sebuah komitmen untuk hidup bersama.
Bagiku mengenalnya adalah hal terindah yang pernah ku alami, tapi untuk memulai hidup bersamanya seperti sebuah kesulitan besar. 
Dimana jarak dan waktu belum pernah memberikan titik temunya. 
Oke.. mungkin waktu itu, ketika aku masih di malang dan dekat dengannya, semua terlihat mudah. Semua akan terasa mudah jika kita memang berdekatan mungkin.
Kita yang telah merencanakan masa depan kita, tempat tinggal, serta pekerjaan kita. memang terlihat mudah jika kita dekat kan...
Tapi tidak dengan sekarang.
Hari ini saya benar-benar merasa kecewa, entah karena saya egois apa karena saya sudah lelah, saya pun tak tahu.
Ketika jarak mulai memisahkan, hanya satu harapan yang selalu muncul di angan dan di setiap doa, "Semoga kau segera mendapatkan kerja di sini". 
Hanya satu saja, Tuhan! Kabulkanlah...
Mungkinkan satu ini terlalu banyak Tuhan? Aku ingin segera menyempurnakan sebagian dari agamaku. 
Aku tidak kecewa pada Tuhanku yang mentakdirkan jarak diantara aku dan dia, aku hanya kecewa pada sikapnya saja.
Aku menghargai komitmennya sebagai seorang lelaki, sebagai seorang calon imam dalam hidupku kelak. Tapi bukan seperti ini yang ku harapkan.
Semua terasa lebih sulit ketika berjauhan, ketika tidak berada dalam satu kota yang sama. 
Aku lelah... sangat sangat lelah
Kabar semalam sempat membuatku tergirang, ketika ada panggilan interview untuk dia di kota sebelah. Bagiku seperti ada sedikit cahaya untuk kita, tapi nyatanya bukan.
Aku terlalu tinggi berharap pada keajaiban sepertinya.
Seperti tidak ada keinginan bagi dia untuk hidup bersama di sini. Mungkin alasanmu kuat, tapi bagiku tidak. 
Aku masih sangat ingin mempertahankan "kita", terlepas dari semua kekecewaan dan ketidakjelasan dalam hubungan ini. Aku ga punya waktu untuk move on ataupun mencari yang lebih baik lagi. AKu hanya ingin dia, apapun kondisinya. 
Jujur, sulit bagiku mempertegas kembali hubungan ini dan mungkin juga dia tidak akan memjawabnya dengan tegas. Tapi aku tetap ingin bersamanya
Butuh pengorbanan memang dalam mencapai sebuah keinginan, yang aku ingin kami sama2 berkorban untuk tujuan kami.
Aku lelah, sungguh lelah dan kecewa.
Semoga ada cahaya..
Semoga, kelak jika kita sama-sama lelah, kita akan tetap saling menguatkan. Bukan melepaskan.
Selamat siang... Semoga lekas sembuh kamu yang di hati...


Cibinong, 7 Mei 2015