Sabtu, 27 September 2014

Ini tentang masa depan, bukan kesenangan sesaat

 Sebagai seorang perempuan, yang berpendidikan dan berkarir terkadang dipandang sebelah mata oleh orang lain. Yaahhh... banyak alasan lah, terutama masalah pasangan hidup. Nih ada sedikit penyegaran buat kaum hawa. Cekidot...

* Terkadang cinta itu bukan soal perasaan, tapi juga soal tujuan hidup
* Menjadi seorang pemilih itu tidak selamanya Bad and high ego but protect our future generation 
* Memilih pasangan itu harus melihat bibit, bebet, bobot. Itu bukan sticky tapi menanti yang the best
* Terkadang terlihat foolish kelika memilih single supaya dapat kemampuan untuk memilik yang the best
* Menjadi seorang pemilih itu bukan menunggu yang perfect  tapi menanti yang the best
* Kita (wanita) tidak butuh yang kaya harta, tampan paras, tapi kita butuh laki-laki yang kaya ilmu pengetahuan dan tujuan hidup yang pasti
* Takdir wanita hanya sebagai pengikut dan pengabdi, jadi berhak untuk memilih orang seperti apa yang pantas untuk kita ikuti
* Seorang wanita kuay tak butuh laki-laki yang sok hero, tapi butuh laki-laki yang bisa membuat wanita itu menjadi hero bagi kehidupannya
* Seperti seorang Habibie untuk Ainun, sosok laki-laki yang yang kaya ilmu, wawasan, memiliki tujuan hidup yang jelas yang menjadukannya hero
* Hero bagi kehidupan, bagi anak-cucu dan generasi sesudahnya, bahkan hero bagi bangsa.


#dikutip dari tweet salah satu rekan a/n Dhieta Mustofa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar