Tulisan
ini yang ingin membawaku mengerti dirimu. Aku duduk bersandar, merasa lemah
sekali, dan tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk membuktikan sebuah
angan yang menjadi beban dalam kebisingan otakku, aku tak tahu lagi
bagaimana cara untuk membuktikan apa yang kurasa pada dirimu, dirimu
bagaikan batu yang harus kutembus dengan tetesan air sedikit demi
sedikit dan akankan diriku mampu menerimamu apa adanya?
Seharusnya
aku tidak pernah hadir di antara persahabatan dan cinta. Dan terlalu
naif bila kini aku harus menyesal karena mengenalmu. Karena kehadiranmu,
menyanggupiku sebuah kebahagiaan, sepercik kesetiaan, dan segumpal
pengorbanan. Aku masih dapat bertahan hingga kelak kau mengerti bahwa
aku memang mencintaimu. Aku memang menyayangi, tapi aku tak rela
tersakiti olehmu saat ini, esok dan sampai kapanpun.
Aku memang melakukan semuanya dengan caraku sendiri. Entah apa yang
aku perbuat, tapi hati ini merasa tergerak untuk melakukannya. Berlaku
seolah-olah tak peduli, tapi sungguh aku 2x lipat lebih peduli. Bersikap
seolah-olah membenci, tapi sungguh aku 2x lipat lebih mencintai.
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin
menghabiskan waktu denganmu, mengapa aku harus mengatakan bahwa aku
malas bertemu denganmu. Kalau memang aku cemburu karena sikapmu, mengapa
aku harus mecari-cari kesalahanmu. Aku tidak pernah mencoba untuk
mengatakannya kepadamu, bahwa aku ingin kamu bersikap lebih romantis?
Bahwa aku merasa tersisih karena kecemburuanmu? Bahwa aku sebenarnya
takut tidak lagi dicintai?
Aku mencari seseorang yang bisa menjawab kegelisahanku, dimana aku
dapat menemukan setumpuk pertanyaan yang harus ku jawab karena sikapku.
Aku menulis bukan untuk mencari kesenangan, terkadang sebuah jawaban
datangnya dari sesuatu yang tak pernah kita sangka..?
Dan sekarang....
Maaf jika membuatmu bingung dan bertanya-tanya..
Aku hanya ingin mencari sebuah dimensi ruang dalam hidupmu yang tak
pernah aku mengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar