Jumat, 15 Agustus 2014

Think about something

Tulisan ini yang ingin membawaku mengerti dirimu. Aku duduk bersandar, merasa lemah sekali, dan tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk membuktikan sebuah angan yang menjadi beban dalam kebisingan otakku, aku tak tahu lagi bagaimana cara untuk membuktikan apa yang kurasa pada dirimu, dirimu bagaikan batu yang harus kutembus dengan tetesan air sedikit demi sedikit dan akankan diriku mampu menerimamu apa adanya?
Seharusnya aku tidak pernah hadir di antara persahabatan dan cinta. Dan terlalu naif bila kini aku harus menyesal karena mengenalmu. Karena kehadiranmu, menyanggupiku sebuah kebahagiaan, sepercik kesetiaan, dan segumpal pengorbanan. Aku masih dapat bertahan hingga kelak kau mengerti bahwa aku memang mencintaimu. Aku memang menyayangi, tapi aku tak rela tersakiti olehmu saat ini, esok dan sampai kapanpun.
Aku memang melakukan semuanya dengan caraku sendiri. Entah apa yang aku perbuat, tapi hati ini merasa tergerak untuk melakukannya. Berlaku seolah-olah tak peduli, tapi sungguh aku 2x lipat lebih peduli. Bersikap seolah-olah membenci, tapi sungguh aku 2x lipat lebih mencintai. 
Pelan-pelan, rasa bersalah timbul dalam hatiku. Kalau memang aku ingin menghabiskan waktu denganmu, mengapa aku harus mengatakan bahwa aku malas bertemu denganmu. Kalau memang aku cemburu karena sikapmu, mengapa aku harus mecari-cari kesalahanmu. Aku tidak pernah mencoba untuk mengatakannya kepadamu, bahwa aku ingin kamu bersikap lebih romantis? Bahwa aku merasa tersisih karena kecemburuanmu? Bahwa aku sebenarnya takut tidak lagi dicintai?
Aku mencari seseorang yang bisa menjawab kegelisahanku, dimana aku dapat menemukan setumpuk pertanyaan yang harus ku jawab karena sikapku. Aku menulis bukan untuk mencari kesenangan, terkadang sebuah jawaban datangnya dari sesuatu yang tak pernah kita sangka..?
Dan sekarang....
Maaf jika membuatmu bingung dan bertanya-tanya..
Aku hanya ingin mencari sebuah dimensi ruang dalam hidupmu yang tak pernah aku mengerti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar