Selasa, 16 Desember 2014

Dekat lebih baik, mungkin...

 Siang ini, sesampainya dikantor, saya merasa sangat malas sekali. Pagi-pagi sekali saya siap-siap ke POLRES Batu untuk tes SIM A dan SIM C sekaligus. Tinggal satu step aja sih, tapi lagi-lagi saya gagal :(. Yaahhh apa boleh buat, belum rejeki kali yaaa.
Dan perihal itu pula, mood saya siang ini jelek banget, ditambah lagi kemalasan dan rindu tingkat Dewa Brahmana nempel peeelll di badan. Aiiihh aku benci...

Bisa jadi tulisan ini seperti curhatan ABG-ABG galau yang lagi ngeksis d jaman sekarang ini. Ceritanya masih tetap sama, saya merasa kesepian. Kesepian dr yang tersayang, dari teman, dan lingkungan. Saat ini saya di kantor sendirian, rekan kerja lagi absen. Kalau perihal teman, ah saya tak akan membicarakannya di sini. Teman yang saya maksud adalah temen curhat, temen main, temen nongkrong, temen karaokean, de el el. Dia bulan lau berhijrah ke Ibukota untuk sementara, so kalau lagi kalut begini saya cuma bisa ngomong sama tembok dan laptop mungkin. Sungguh menyedihkan...
Perihal yang tersayang, masih tetap sama dengan momen tiga bulan yang lalu, saya ditinggal pergi jauh, sangaaaaat jauh jika ditempuh dengan perjalanan kaki dan kendaraan darat. Yap... dia ada diseberang pulau Jawa, dekat sekali dengan negara tetangga. Dia ada di Kalimantan Timur. Kami terpisah pulau dan waktu. Tapi untung masih menatap langit yang sama. Alhamdulillah...
Berasa sepi banget tanpa mereka-mereka...
Bekalangan ini saya banyak merenung, termasuk sekarang ini, kenapa sih saya selalu "worry" dengan kegiatannya di pulau seberang sana? Oke lah mungkin saya salah... tapi salahku ini lebih mungkin karna saya sayang, sayang, sayang, sayang dan sayang sama dia.
Mungkin seharusnya, sebagai seseorang yang disampingnya, saya adalah orang yang harus mendukung 100% aktivitasnya, yang selalu kasih support bagi dia, bukannya selalu sedih dan galau meratapi kepergian sementaranya itu. Bahkan seringkali saya menjadi emosi karna tak dapat mengendalikan rindu yang melintas tiba-tiba.
Maafkan jika saya banyak kemauan, banyak protes, banyak nangis (yang katamu kelemahan saya adalah cengeng :'( yappp sometime tears can easily express feeling than words).
Maafkan aku pula yang selalu ingin diperhatikan dan dimengerti tanpa bisa mengerti kondisi dan kegiatannya di sana. Aku yang sampai saat ini selalu merasa tersakiti olehnya, padahal sebenarnya sebab sakit ini bukan dari dia, tapi dari emosiku sendiri. Aku tahu tugasnya sangat sangat sangat sangat mulia. Semoga Tuhan selalu menjaganya dalam setiap langkahnya. Yahhh meskipun kalimat ini tak pernah langsung tersampaikan padanya.. Bukan karena apa-apa, terlebih karena saya selalu kikuk ngomongnya.
Maafkan saya... sungguh
Saat ini, saya tidak takut lagi ditinggalkan dengan orang lain, saya hanya merasa sangat kesepian saja. Sejujurnya saya sudah bingung membunuh rindu ini, sejujurnya juga saya ingin mendengar keluuh kesahnya diseberang sana. Tapi apa boleh buat, nyali saya terlalu ciut untuk hal ini, saya juga mungkin adalah pengecut yang hanya berani mengungkap lewat tulisan bukan dengan kaya.
Maafkan saya atas segala umpatan-umpatan sial yang sempat terlontar ketika ego datang, Semoga dia baik-baik saja, semoga saya tetap kuat dengan rindu ini, dan semoga dia sehat di sana. Maafkan saya...
Cepatlah pulang... (Nah kan ego ini kembali datang, bahkan disaat saya belum selesai menulis. Maafkan.. )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar